11 July 2016

Libur Lebaran Kurang Sehat, Alaric Tak Banyak Jalan-jalan

Mudik tahun ini benar-benar kurang seru buat Al maupun bunda. Pasalnya sejak sebelum pulang mudik Alaric sudah bawa penyakit. Bisulan di matanya belum juga sembuh menjelang hari keberangkatan di akhir bulan Juni kemarin.

Pun begitu ketika di pesawat. Meskipun ini bukan pengalaman pertama naik pesawat, tapi pulang kali ini Al sedikit takut. Ketika mulai lepas landas bahkan Al memeluk erat saya, tak mau duduk di kursinya sendiri sambil berkata "Ayah.. dada Aal sakit". Akibatnya mba Pramugari harus bawakan lagi belt pengaman tambahan.

  

Padahal pulang kali ini naik Garuda biar si Al merasa nyaman karena ini adalah pertama kalinya Alaric duduk di kursinya sendiri di peswat. Boneka, layar monitor dengan video dan lagu anak-anak, serta buku yang dibawakan si mba Pramugari juga tak bisa menghilangkan ketakutannya.

Sesampainya di rumah nenek, kondisi Alaric juga tidak segera cepat pulih. Karena bawaan sakitnya Alaric cukup rewel. Bahkan beberapa hari menjelang lebaran badannya kembali terasa panas. Namun syukur Alhamdulillah, di hari lebaran bisul di mata sudah kempes. 

Hal yang tak diinginkan pun datang. Berhubung aneka soft drink adalah hal wajib ketika lebaran, pun begitu di rumah neneknya, Alaric jadi lepas kontrol menyantap minuman-minuman ini sehingga membuat batuknya di malam hari agak sedikit parah. Jadilah tidur ayah dan mama menjadi kurang nyenyak.

Menjelang kembali ke Tangerang, badan Alaric kembali panas. Ada bisul lagi di hidungnya meski tak besar. Nenek pun menyarankan untuk berobat dan akhirnya Alaric minum juga obat penurun panas selain madu. Libur lebaran kali ini pun akhirnya kita ga terlalu banyak jalan-jalan mengingat kondisi Al yang kurang sehat. 

Semoga di hari-h nya nanti ketika terbang kembali Alaric sudah sehat. Aamiin....


Alaric | Ayah | Bunda >> Mohon maaf lahir bathin ya... 😉😉😉

26 June 2016

Bisul Pada Mata Balita, Apa Penyebabnya?

Sudah 3 hari ini mata sebelah  kanan Alaric terlihat bengkak. Jenisnya sih bisul. Tadinya ada di kelopak atas dan bawah. Tapi yang bawah sudah sempat 'meletus' ketika bangun pagi lusa lalu dan darahnya kemana-mana. Tapi yang atas sekarang malah makin terlihat 'matang'.

Ada yang bilang bisul berhubungan dengan kelebihan atau alergi protein. Memang Alaric doyannya telur. Sudah 3 minggu ini pula kita di rumah lebih sering makan seafood seperti ikan, udang, dan cumi setiap hari. Makanya ngga salah kemudian beberapa teman di sekolah bilang kalau Alaric kelebihan protein.

Tapi eitss... nanti dulu. Selama ini dia juga makan telur dan ngga pernah bisulan. Tapi kenapa baru sekarang?


Pertanyaan tadi jadi misteri untuk ayah dan bundanya. Selain penasaran, dan Alaric juga sulit sekali kalo harus minum obat semacam antibiotik. Lha diolesi salep aja dia suka berontak. Satu-satunya obat buat dia ya madu dan ekstrak sambiloto yang biasa jadi campuran air minum. Sementara itu besok Senin (27/6) kita musti mudik.

Akhirnya ayah browsing juga dan nemu informasi yang sepertinya valid dan pas kasusnya dengan apa yang Alaric alami. Seperti dikutip dari ayahbunda.co.id, bisul pada mata balita biasanya disebabkan oleh kotoran yang masuk ke mata. Kadang-kadang disertai infeksi dengan tanda-tanda mata memerah, gatal, juga sakit. Bisul kadang di kelopak luar, kadang juga di kelopak mata bagian dalam. Nah, Alaric sendiri yang terinfeksi adalah kelopak mata bagian luar. Baik kelopak mata atas maupun bawah.

Dari mana kotoran dan debu bisa masuk? Sehubungan dengan jarak rumah dan sekolah yang sudah lumayan jauh (sekira setengaj jam perjalanan), Alaric yang senang berdiri di jok bagian belakang cukup rentan matanya kemasukan debu. Nah, inilah penyebabnya. Sehingga penting sekali buat anak balita yang sering bepergian dengan sepeda motor agar melindungi matanya dengan kacamata.

Sedangkan untuk pengobatan, mau tak mau antibiotik baik salep antibiotik maupun obat yang diminum. Meskipun demikian, kami hanya berikan Alaric obat luar (salep). Untuk obat dalam hanya mengandalkan herbal sambiloto dan juga madu.

Semoga cepat sembuh ya naak

21 May 2016

Apa, Siapa, Mana, Dimana, Dari mana

Judul tulisan kali ini adalah beberapa dari sekian banyak kata tanya. Lebih tepatnya ada kurang lebih 5 kata tanya yang dipahami oleh Alaric saat ini. Subhanallah.. ya. Seolah-olah dia paham dengan sendirinya. Dari mana? Tentu saja proses ini tidak berlangsung dalam waktu yang singkat. Ada proses panjang seperti kata Ellen Galinsky dalam bukunya Mind in The Making, bahwa bayi lahir hingga usia 4 bulan dibangun language sense nya melalui banyaknya interaksi verbal yang kita lakukan bersamanya.

Interaksi verbal juga seharusnya sudah mulai dilakukan ketika bayi masih di dalam kandungan. Ketika sel-sel saraf pendengarannya mulai terbentuk di bulan kedua kehamilan, ibu sudah seharusnya banyak bercakap-cakap bersama bayi yang masih di dalam rahim. Segala apapun yang akan ibu lakukan, sebaiknya diverbalkan kepada bayinya. Proses ini harus terus dilanjutkan hingga bayi lahir ke dunia agar clear di usia 4 bulannya, bayi sudah memiliki language sense, awal komunikasi.


Kembali kepada Alaric, jika kita berbicara dengannya khususnya bertanya menggunakan kata tanya apa, siapa, mana (termasuk dimana dan dari mana) dia sudah bisa menjawab pertanyaan kita sesuai konteksnya. Contohnya ketika melihat foto orang yang dikenalinya, dia akan menjawab "ayah". Pun begitu dengan pertanyaan yang diawali dengan kata apa (menanyakan benda). Ini adalah kata tanya pertama yang dipahami olehnya.

Seiring dengan pemahamannya terhadap beberapa tempat dan lokasi, Alaric juga memahami pertanyaan dengan kata mana. Misalkan ketika ayah bertanya, "Mama dimana?" Alaric menjawab "Dapur".

Jawabannya memang masih singkat sesuai dengan tahapan expressive language nya yang baru mulai merangkai kalimat dengan dua hingga empat kata.

15 May 2016

Kalimat Yang Mengandung Hubungan Sebab-Akibat Dari Anak 2 Tahun

Beberapa hari yang lalu ketika dispenser di rumah sedang dibersihkan, galon air minum yang masih terisi seperempatnya ayah turunkan. Agar terjaga supaya tidak terkena debu atau benda lain yang membuatnya kotor serta air menjadi tercemar, ayah menutup leher galon dengan cangkir milik Alaric. Ayah ucapkan di depannya,

"Kita tutup galonnya ya. Supaya aman"

Di suatu kesempatan ketika selesai minum, Alaric mengambil piring mainannya untuk menutup galon yang sudah seharian tak ditutup karena memang airnya sudah hampir habis sedangkan cangkir miliknya yang biasa dipakai untuk menutup galon sedang dicuci.

"Tutupin... Aman," katanya. 

Ini suprise sekali. Meskipun dia tidak menemukan cangkirnya, dia mencari benda lain yang bisa dipakai untuk menutup mulut galon.

"Wah.. subhanallah. Alaric tutup galonnya supaya aman," kata ayah.

Dalam tahap main peran, apa yang Alaric lakukan menunjukkan kemampuan menemukan pengganti benda yang mirip yang dapat digunakan untuk fungsi yang sama. Dalam hal ini ada skill making connection yang terbangun.

Di sisi lainnya, Alaric sedang menghubungan dua kata untuk membuat kalimat. Meskipun kadang-kadang di usia 2 tahun ini dia sering membentuk kalimat dengan 3 kata, tapi kalimat yang ini agak sedikit berbeda berhubung terkandung di dalamnya hubungan sebab akibat. Penyebabnya ditaruh benda untuk menutup leher galon, akibatnya air di dalam galon tetap aman.


Membuat Anak Tantrum jadi Belajar

Tadi malam ketika bunda ingin mengepel lantai rumah, beliau memindahkan sandal yang dipakai Alaric di rumah. Memang sih bunda lupa bicara sama Al. Inilah yang menyebabkan Alaric kemudian marah dan ngambek. (Penting bagi ayah bunda di rumah untuk selalu bicara sebelum atau ketika melakukan sesuatu bersama anak). Sambil menangis Alaric men-'jambak' kain pel yang bunda pakai.

Dalam kondisi seperti ini tak perlu panik atau ikut marah. Kalau marah berarti tahap perkembangan diri kita sama atau tak jauh berbeda dengan si kecil yang baru berusia dua tahun ini :-D. Justru ini jadi kesempatan belajar baik buat Alaric maupun untuk kita sebagai orang tua.

Belajarlah untuk mengendalikan diri kita agar anak belajar dari kita bagaimana cara mengendalikan diri. Selain itu, tentu Alaric bisa kita arahkan untuk mempelajari yang lain. Lihatlah gambar di bawah ini.


Ketika mulai menarik kain pel, sebagai orang dewasa kita cukup bicara :

"Oh... Alaric mau bantu mama ngepel ya? Boleh. Mau pegang dulu pelnya?"

Dan alhamdulillah, dengan perkataan kita yang lembut ini (teman saya bilang jampi-jampi :-D) dengan ajaib si Alaric langsung berhenti menangis dan malah ikut mengepel lantai. Maasyaa Allah.

Jadi, sabar itu penting luar biasa lho ayah bunda. Dan sabar itu ngga pakai batas.